Pemkot Padang Perkuat Pengawasan Lintas Sektor Menuju Kota Pangan Aman 2026
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan pangan dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga. (Gambar: Bisnis)
PADANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat, menegaskan komitmen penuh untuk menjaga keamanan pangan demi melindungi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya mobilitas distribusi bahan pangan serta kompleksitas rantai pasok yang masuk ke wilayah Kota Padang dari berbagai daerah luar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Swesti Fanloni, menyatakan bahwa pengawasan terhadap pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi kini menjadi kebutuhan mutlak yang tidak dapat ditawar lagi.
“Kami ingin memastikan kondisi semua itu terjaga dengan baik. Pemkot Padang tengah mengejar target sebagai Kota Pangan Aman 2026, guna memastikan seluruh pangan yang beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan konsumsi,” ujar Swesti dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkot Padang memperkuat sistem pengawasan melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pertemuan pendampingan pengisian instrumen (tools) kabupaten dan kota untuk pangan aman.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilakukan sebelumnya antara Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dengan Sekretaris Daerah Kota Padang.
Swesti menekankan bahwa pencapaian predikat Kota Pangan Aman membutuhkan kesamaan visi, langkah, dan sinergi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, status Kota Pangan Aman bukanlah sekadar penghargaan administratif belaka.
Lebih dari itu, target ini merupakan cerminan nyata dari komitmen pemerintah dalam membentengi warga dari risiko pangan berbahaya, seperti kontaminasi bahan kimia, peredaran produk kedaluwarsa, hingga pangan yang tidak memenuhi standar kelayakan.
“Perlu menyamakan pemahaman bersama perangkat daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dengan penguatan pengawasan lintas sektor, Padang berharap dapat membangun ekosistem pangan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya,” tegas Swesti.
Dalam kesempatan yang sama, BBPOM Padang turun langsung memberikan asistensi kepada instansi terkait dalam pengisian instrumen penilaian. Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli BBPOM Padang, Asfrianti, menjelaskan bahwa pendampingan intensif ini bertujuan untuk memastikan seluruh data serta dokumen pendukung dapat dilengkapi secara optimal. Kelengkapan aspek-aspek tersebut menjadi faktor krusial dalam menentukan nilai akhir capaian Kota Pangan Aman.
“Kami berharap seluruh OPD dapat melengkapi data yang dibutuhkan secara maksimal sehingga mampu mengantarkan Kota Padang meraih predikat juara kabupaten dan kota Pangan Aman 2026,” tutur Asfrianti.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan program penilaian mandiri (self-assessment) ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh lini OPD, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan rantai distribusi, hingga program edukasi langsung kepada masyarakat.
“Keterlibatan aktif seluruh OPD sangat berdampak pada maksimalnya pengisian tools. Dengan pendampingan intensif ini, kami optimistis Kota Padang mampu mencapai level tertinggi dan menjaga keberlanjutan ekosistem pangan yang sehat,” pungkasnya.***
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Khairil
- Sumber: Bisnis
