Keponakan Anggota DPRD Pasaman Barat Koma Diinjak Pelaku Misterius Naik Motor Matik
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- print Cetak

Fadel, salah satu korban penganiayan pemukulan oleh orang tidak dikenal tergeletak di jalan dalam kondisi pingsan dan babak belur sebelum di evakuasi ke RS Yarsi, Kamis dini hari (25/6/2026).
PASAMAN BARAT — Selamat datang di era di mana nongkrong sehat usai memeras keringat bisa berujung pada petualangan medis di rumah sakit. Nasib kurang beruntung ini dialami oleh tiga pemuda tangguh di Pasaman Barat pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekira pukul 01.15 WIB.
Niat hati hanya ingin melepas penat setelah seharian membanting tulang memasang tenda pelaminan membantu orang lain menuju hari bahagia, mereka justru dihadiahi “bogem mentah” tanpa alasan yang jelas oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).
Insiden berdarah yang minim estetika ini terjadi di sekitar Rumah Makan Barangin, Jalan Soekarno-Hatta, Jalur 32, Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman.
Kronologi: Melawan Arah, Berpapasan dengan “Pendekar” Vario
Berdasarkan informasi yang dihimpun, petaka bermula saat ketiga pemuda, yakni Fadel (26), Firman (20), dan Rival (20), berjalan kaki melawan arah dari arah Padang Tujuh setelah sebelumnya asyik duduk-duduk di jembatan dekat RM Barangin.
Mendadak, dari arah Kantor Bupati, muncullah rombongan sirkus jalanan menggunakan sepeda motor matik, yang salah satunya teridentifikasi sebagai Honda Vario.
Tanpa ada tendensi diskusi atau sekadar basa-basi menanyakan alamat, para pengendara motor ini langsung turun dan menunjukkan “bakat” meninjunya secara brutal.
Fadel dan Firman yang tidak siap menghadapi simulasi tawuran mendadak ini langsung tumbang. Seolah belum puas melihat korbannya tak berdaya, pelaku yang diduga keras kehilangan fungsi empatinya tersebut tega menginjak-injak korban hingga pingsan dengan wajah babak belur.
Beruntung bagi Rival (20), insting bertahan hidupnya bekerja dengan sangat baik. Di saat kedua rekannya menjadi sansak hidup, Rival berhasil mengambil langkah seribu dan melarikan diri dari amukan para pendekar misterius tersebut.
Warga Mau Melerai Malah Ikut Diuber
Aksi brutal ini sebenarnya sempat memicu jiwa kepahlawanan seorang warga setempat yang berada di lokasi. Saksi mata tersebut mencoba berteriak meminta pelaku menghentikan aksi tidak terpujinya.
Namun, alih-alih menyadari kesalahan dan pulang ke rumah, pelaku yang tampaknya sedang surplus adrenalin justru balik mengejar dan nyaris memukul warga tersebut. Alhasil, warga pun memilih mundur teratur demi keselamatan pribadi.
Dari Yarsi Berakhir di RSUP M Jamil, Keluarga Akhirnya Lapor Polisi
Akibat kurasi pukulan tanpa sensor tersebut, Fadel dan Firman sempat dilarikan ke RS Yarsi. Namun, karena kondisi luka terutama di bagian kepala yang terlalu estetik untuk ditangani di sana, keduanya akhirnya dirujuk ke RSUP M Jamil Padang. Fadel sendiri dilaporkan belum sadarkan diri sejak pertama kali masuk rumah sakit.
Usut punya usut, Fadel ternyata merupakan keponakan dari Adriwilza, salah seorang Anggota DPRD Pasaman Barat. Korban sehari-hari dikenal sebagai pekerja keras di jasa pelaminan dan sempat memiliki riwayat kontrak kerja di Damkar Pasaman Barat.
Pada awalnya, pihak keluarga korban tidak memiliki inisiatif untuk memperpanjang urusan ini ke ranah hukum. Mungkin mereka mengira ini hanyalah salah paham remaja biasa.
“Setelah melihat kondisi kepala anak saudara kami yang parah dan tak kunjung siuman, kami akhirnya sadar bahwa hukum rimba ini harus dihentikan dengan hukum negara. Laporan resmi kepolisian pun tengah dibuat,” kata Nurman, salah seorang keluarga Fadel, Kamis malam di SPKT Polres Pasaman Barat, (25/6/2026).
Kini, pihak keluarga hanya bisa menggantungkan harapan besar pada pundak aparat kepolisian agar para pelaku yang menurut informasi di lapangan berjumlah lebih dari satu orang bisa segera diciduk. Publik tentu menunggu, sejauh mana performa motor matik para pelaku bisa melarikan diri dari kejaran hukum.***
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
