BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

  • account_circle Hanny
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

Pesisir Selatan, SUMBARBIZ – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026.

‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare.

‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.

‎Rahmat mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan jagung di Sumbar.

‎Pada 2025, sekitar 800 hektare dari total 3.000 hektare lahan jagung provinsi berada di daerah tersebut.

‎“Hari ini kita meninjau langsung realisasi penanaman jagung di Ranah Pesisir. Potensinya luar biasa, sepanjang mata memandang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jagung,” ujarnya.

‎Rahmat menilai masih banyak lahan yang berpotensi digarap untuk mendukung kenaikan target pada tahun depan.

‎Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

‎Untuk mendukung peningkatan luas tanam, kata Rahmat, bantuan kepada petani tidak hanya berupa pendampingan, namun juga penyaluran benih jagung agar produktivitas lahan ikut meningkat.

‎“Bantuan bibit sudah kita dorong, tapi yang lebih penting adalah memastikan penanaman benar-benar terjadi dan berkelanjutan,” katanya.

‎Rahmat menegaskan, target 4.000 hektare pada 2026 merupakan bagian dari upaya mensukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

‎“Ini bagian dari upaya kita menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

‎Keberhasilan target tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani agar perluasan lahan tanam dapat diikuti peningkatan produksi jagung di Sumbar.

‎”Semua harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri, jika kita ingin mencapai target yang telah ditetapkan,” harapnya.

  • Penulis: Hanny
  • Sumber: Antara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat, bergerak cepat mengakselerasi pelaksanaan seluruh program kegiatan yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan program prioritas—terutama pemulihan pascabencana dan peningkatan mutu pelayanan publik—dapat terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Monitoring […]

  • Aksi Mahasiswa di Jantung Ibu Kota: Polisi Buka Jalan, Demonstran Enggan Bubar

    Aksi Mahasiswa di Jantung Ibu Kota: Polisi Buka Jalan, Demonstran Enggan Bubar

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 16
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gelombang unjuk rasa berskala besar kembali melanda sejumlah titik strategis di ibu kota pada Jumat malam (12/6/2026). Di Jakarta Pusat, aparat kepolisian akhirnya membuka blokade jalan di kawasan Dukuh Atas, Jalan M.H. Thamrin, sekitar pukul 20.45 WIB. Langkah penyekatan tersebut sebelumnya dilakukan guna mengadang laju massa mahasiswa yang hendak melakukan mobilisasi menuju kawasan […]

  • Putra Asli Pasaman Barat, Prof Mas Mera Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand

    Putra Asli Pasaman Barat, Prof Mas Mera Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PADANG — Kampus kebanggaan masyarakat Sumatra Barat yakni Universitas Andalas (Unand) mengukuhkan tujuh Guru Besar baru sekaligus pada Sabtu (27/6/2026). Namun, di antara deretan ilmuwan hebat yang memakai toga hari itu, ada satu sosok yang sukses menyita perhatian publik. Ia adalah Prof. Ir. Mas Mera, MT., PhD, akademisi tulen dari Fakultas Teknik Unand yang selama […]

  • Petani Jadi Korban ‘Eksperimen’ Regulasi: Transisi Tata Niaga CPO Pemerintah Dinilai Amburadul

    Petani Jadi Korban ‘Eksperimen’ Regulasi: Transisi Tata Niaga CPO Pemerintah Dinilai Amburadul

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA — Rencana pemerintah untuk membenahi tata niaga ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) memicu kepanikan massal di pasar domestik. Akibat belum terbitnya aturan teknis, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani anjlok drastis pada Jumat (22/5/2026). Tekanan harga dipicu oleh langkah sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang mulai membatasi pembelian bahan baku. […]

  • Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar gawai kelas premium (flagship) kembali digairahkan oleh langkah agresif dari produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Melalui platform penjualan resminya, ponsel pintar yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat Android terbaik saat ini, Samsung Galaxy S26 Ultra, mengalami penurunan harga yang sangat signifikan hingga mencapai 31 persen dari harga normalnya. Perangkat yang semula […]

  • Krisis Guru Modern: Ketika Pendidikan Kehilangan Wibawa demi “Kenyamanan” Digital

    Krisis Guru Modern: Ketika Pendidikan Kehilangan Wibawa demi “Kenyamanan” Digital

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 38
    • 0Komentar

    OPINI – ​Pergeseran paradigma pendidikan dari era konvensional ke era digital kerap diagung-agungkan sebagai sebuah kemajuan linear. Namun, jika dibedah lebih dalam, transformasi peran guru dari masa lalu ke masa kini justru menyisakan ruang hampa yang mengancam esensi dasar dari pendidikan itu sendiri ‘pembentukan karakter dan ketegasan moral. ​Di balik jargon “merdeka belajar” dan modernisasi, […]

expand_less