Kesaksian Mengerikan Aktivis Yunani: Dipukul, Ditembak Peluru Plastik, dan Disiksa Israel dalam Kontainer Tanpa Air
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Mengaku Disiksa Secara Tak Manusiawi, Aktivis Armada Gaza Beberkan Kekejaman Aparat Israel Selama Penahanan
ATHENA — Sebanyak 19 aktivis kemanusiaan asal Yunani yang ditahan oleh otoritas Israel akhirnya tiba kembali di tanah air mereka melalui Bandara Internasional Athena pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Kepulangan mereka disambut riuh oleh keluarga, kerabat, serta ratusan pendukung Palestina yang mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan solidaritas.
Para aktivis tersebut merupakan bagian dari kru dan penumpang armada bantuan “Global Sumud” yang menuju Jalur Gaza. Kapal mereka dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional, yang kemudian berujung pada penahanan seluruh manifes kapal.
Setibanya di Athena, para aktivis membeberkan kesaksian mengejutkan mengenai dugaan penyiksaan dan perlakuan buruk yang mereka alami selama berada di bawah penahanan Israel.
Salah satu aktivis, Phaedra Vokali, mengungkapkan bahwa sejumlah peserta armada mengalami luka fisik yang cukup serius akibat tindakan represif aparat Israel.
“Ada di antara kami yang kondisinya sangat buruk hingga tidak bisa berjalan. Setelah semua penyiksaan itu, kami dibawa ke penjara di Pelabuhan Ashdod,” ujar Vokali kepada media di bandara.
Vokali menggambarkan kondisi di dalam fasilitas penahanan tersebut sebagai lingkungan yang “tidak manusiawi” dan sangat keras. Menurutnya, para aktivis disekap di dalam ruang kontainer yang sempit tanpa akses yang layak terhadap air bersih, makanan, maupun kebutuhan sanitasi dasar seperti tisu toilet.
“Kami tidur hampir saling bertumpukan di dalam kontainer. Namun, dibandingkan dengan penderitaan rakyat Palestina selama puluhan tahun, apa yang kami alami ini tidak ada apa-apanya,” tambah Vokali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Tuduhan Genosida dan Pembiaran oleh Negara Barat
Senada dengan Vokali, aktivis lain bernama Christini Desi-Luka menegaskan bahwa misi “Global Sumud” murni merupakan gerakan damai untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga di Jalur Gaza. Ia menuduh Israel sengaja menghalangi segala bentuk bantuan sebagai bagian dari upaya sistematis untuk menghancurkan populasi Palestina.
“Mereka [Israel] berusaha menghancurkan rakyat Palestina dan melakukan genosida,” kata Desi-Luka.
Desi-Luka juga menyatakan tidak ada satu pun aktivis di dalam armada tersebut yang lolos dari intimidasi dan kekerasan fisik selama masa penahanan.
“Mereka mencoba menghilangkan sisi kemanusiaan kami. Kami menghadapi peluru plastik, pemukulan, dan kehausan,” tuturnya.
Dalam pernyataannya, Desi-Luka turut melayangkan kritik keras terhadap sikap politik negara-negara Barat, termasuk pemerintah Yunani dan Amerika Serikat, yang dinilai menutup mata terhadap pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi. Ia mendesak masyarakat internasional dan warga Yunani pada khususnya untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil sikap nyata atas krisis kemanusiaan di Palestina.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
