BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Senjata Ekonomi Amerika Serikat Sengsarakan Warga Sipil Hingga Hitung Telur

Senjata Ekonomi Amerika Serikat Sengsarakan Warga Sipil Hingga Hitung Telur

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • print Cetak

TEHERAN — Aroma menggoda roti dan buah-buahan segar di Pasar Bastan, bagian barat ibu kota Iran, tidak lagi mampu menyembunyikan atmosfer kelesuan yang pekat. Lorong-lorong pasar yang dahulu ramai dengan kehidupan kini berubah menjadi saksi bisu dari runtuhnya daya beli masyarakat. Para pejalan kaki kini berkeliaran bukan untuk memborong komoditas, melainkan sekadar membolak-balik barang dagangan sebelum mengembalikannya dengan helaan napas berat.

“Perjalanan belanja harian telah berubah menjadi sesuatu yang menyerupai misi pengintaian untuk mencari tahu harga-harga baru,” ujar Mashhadi Firouz (63), seorang pensiunan yang berdiri terpaku di depan rak toko kelontong besar.

Kata-kata Firouz mencerminkan keberhasilan nyata dari arsitektur sanksi dan tekanan ekonomi yang dirancang oleh Washington. Ia menceritakan bagaimana satu kilogram beras yang setahun lalu berharga 1,8 juta rial (1,31 dolar AS) kini melesat melampaui 5 juta rial (3,63 dolar AS). Minyak goreng pun mengalami nasib serupa, meroket dari 700.000 rial menjadi lebih dari 3 juta rial (2,18 dolar AS). Uang pensiun yang ia terima tidak lagi mampu menutupi bahkan sepertiga dari pengeluaran rumah tangga dasar.

Eksperimen Sanksi: Menghukum yang Rentan

Narasi yang sering digaungkan di koridor politik Amerika Serikat adalah bahwa sanksi bertujuan untuk menekan pemerintah, bukan rakyat. Namun, realitas di pasar Teheran membuktikan sebaliknya. Kebijakan ini bertindak seperti epidemi selektif yang secara kejam memangsa kelompok paling rentan.

  • Penerima Penghasilan Tetap: Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, para pensiunan dan karyawan berada di bawah garis kemiskinan akibat kecepatan inflasi yang tidak memberi ruang untuk bernapas.

  • Keluarga Miskin: Mengorbankan hingga setengah pendapatan mereka hanya untuk kebutuhan pokok yang tidak bisa diabaikan. Bagi warga seperti Fatima (46), seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, daging merah kini telah menjadi mimpi, ayam hanya menjadi tamu sesekali, dan ia terpaksa mulai menghitung telur satu per satu untuk bertahan hidup.

  • Pedagang Lokal: Mehran (71), pemilik toko grosir di selatan Teheran, mengaku bahwa dalam 40 tahun kariernya, ia belum pernah melihat resesi seburuk ini, bahkan pada periode sanksi sebelumnya. Toko warisan ayahnya kini di ambang kebangkrutan karena ketiadaan pembeli.

Rekor Tertinggi Sejak Perang Dunia II

Data resmi dari Bank Sentral Iran baru-baru ini merilis angka yang mengerikan: tingkat inflasi tahunan melonjak hingga 77,2 persen, dengan inflasi titik-ke-titik untuk barang menyentuh 113 persen. Ini adalah catatan inflasi tertinggi di Iran sejak tahun 1942, era di mana dunia sedang berkecamuk dalam Perang Dunia II yang menghancurkan rantai pasok makanan global.

Arman Khaleghi, kepala Kamar Dagang, Industri, dan Pertambangan Iran, menyebut situasi ini sebagai “badai ekonomi sempurna”. Menurutnya, perekonomian domestik dihantam dari berbagai arah: penghapusan nilai tukar bersubsidi untuk barang pokok, volatilitas pasar pascaprotes, hingga “Perang Ramadan” yang melibatkan blokade maritim oleh AS dan sekutunya.

Blokade maritim ini bertindak sebagai pukulan telak eksternal. Kapal-kapal kargo yang membawa pasokan makanan dipaksa mencari jalur darat alternatif yang jauh lebih mahal karena tingginya risiko keamanan. Akibatnya, biaya produksi dan pengemasan untuk industri makanan serta farmasi ikut meroket, mentransfer beban finansial tersebut langsung ke rak-rak toko kelontong masyarakat.

Berdiri di Tepi Gunung Es

Beralih ke Alun-Alun Tajrish di sisi utara kota, ramainya kerumunan orang ternyata menipu mata. “Anda mungkin mengira pasar itu hidup, tetapi kenyataannya pasar itu mati secara klinis,” sindir Reza (47), seorang pemilik toko di sana. Pasar tidak lagi berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, melainkan beralih fungsi menjadi tempat hiburan gratis terakhir di mana orang-orang datang hanya untuk berjalan tanpa arah demi melupakan tekanan hidup.

Ketergantungan struktural Iran pada petrodolar di masa lalu kini tidak lagi mampu menjadi bantalan. “Negara ini dulunya menutupi luka-lukanya dengan petrodolar, dan sekarang setelah efek anestesinya hilang, semua penyakit muncul sekaligus,” ungkap Mahmoud (37), seorang dosen universitas.

Apa yang dirasakan warga Iran hari ini, menurut para ahli, hanyalah puncak dari bongkahan gunung es yang jauh lebih besar. Dengan menjerumuskan Iran ke dalam status “tanpa perang maupun damai,” strategi geopolitik Amerika Serikat telah berhasil menyuntikkan racun ketidakpastian yang paling mematikan ke dalam nadi perekonomian masyarakat sipil yang telah lama kelelahan.

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumarak Pasa Ekraf 2026 Menjadi Wadah Promosi Produk UMKM Pasaman Barat

    Sumarak Pasa Ekraf 2026 Menjadi Wadah Promosi Produk UMKM Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Sampono
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Ribuan warga memadati halaman Kantor Bupati Pasaman Barat pada Sabtu (6/6) malam untuk menyaksikan hari kedua pergelaran Sumarak Pasa Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak awal acara hingga mencapai puncaknya saat penampilan disjoki (DJ) Damonok dan penyanyi Diva Aurel, dua bintang tamu yang telah lama dinantikan oleh publik […]

  • Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Penanganan infrastruktur rawan di wilayah Polong Anam (Polongan Anam), Kecamatan Talamau, mendadak jadi sorotan utama. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang dipimpin langsung oleh Bupati Yulianto mendampingi Satgas Nasional PRR (Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Pascabencana Alam Sumatera dalam peninjauan lapangan pada Rabu (29/7/2026). Langkah monitoring dan evaluasi ini digelar demi memastikan urat nadi […]

  • Bocoran iPhone 18 Pro: Sentuhan Elegan ‘Dark Cherry’ Siap Geser Dominasi Warna Hitam

    Bocoran iPhone 18 Pro: Sentuhan Elegan ‘Dark Cherry’ Siap Geser Dominasi Warna Hitam

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 22
    • 0Komentar

    iPhone – Daya tarik visual selalu menjadi salah satu strategi andalan Apple dalam memikat hati para pencinta gawai di seluruh dunia. Jika ada satu aspek yang diprediksi akan menjadi nilai jual utama untuk lini iPhone 18 Pro mendatang, hal tersebut jatuh pada pilihan varian warna baru yang sangat memikat mata, yakni Dark Cherry (ceri gelap). […]

  • Harga Emas Antam Naik Hari Ini Menyentuh Dua Juta Rupiah Lebih

    Harga Emas Antam Naik Hari Ini Menyentuh Dua Juta Rupiah Lebih

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan tren positif pada sesi perdagangan Rabu (17/6). Harga dasar komoditas pelindung nilai (safe haven) tersebut untuk ukuran 1 gram kini bertengger di level Rp2,733 juta. Posisi ini menunjukkan penguatan jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Merujuk data resmi dari situs Logam Mulia Antam, […]

  • BB 47 Perkara Dimusnahkan di Pasaman Barat, Kajari Sebut Bentuk Komitmen

    BB 47 Perkara Dimusnahkan di Pasaman Barat, Kajari Sebut Bentuk Komitmen

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 58
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat memusnahkan barang bukti 47 perkara tindak pidana umum sepanjang periode Januari sampai April 2026. Barang bukti yang dimusnahkan itu telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Kepala Kejari Pasaman Barat Tjut Zelvira Nofani mengatakan, seluruh barang bukti yang dimusnahkan merupakan akumulasi pengungkapan perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum […]

  • Peringati HUT Bhayangkara, Polres Agam Beri Santunan pada Anak Panti Asuhan

    Peringati HUT Bhayangkara, Polres Agam Beri Santunan pada Anak Panti Asuhan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ– Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat, memperingati hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Rabu (1/7). Kapolres Agam, AKBP Muari mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan wujud kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. “Melalui momentum ini, […]

expand_less