Telanjur Berkhayal Gaji Rp19 Miliar Penjaga Mercusuar Ternyata Hoaks, Ini Faktanya!
- account_circle Yelki
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- print Cetak

Mercusuar La Jument di lepas pantai Brittany
PARIS – Impian kaum rebahan dan pencari kerja instan untuk mendadak kaya raya lewat jalur menjaga menara di tengah laut tampaknya harus kandas di tengah jalan. Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh narasi menggiurkan yang mengklaim bahwa pemerintah Prancis menawarkan gaji fantastis sebesar 1,2 juta Dolar AS atau setara Rp19,7 miliar per tahun bagi siapa saja yang bernyali menjaga Mercusuar La Jument di lepas pantai Brittany.
Namun, berdasarkan investigasi jurnalistik dan konfirmasi resmi yang dihimpun dari kantor berita AFP, informasi yang beredar masif di platform TikTok dan Facebook sejak Mei hingga Juni 2025 tersebut dipastikan sebagai kabar bohong alias hoaks. Nyatanya, mercusuar ikonik yang kerap dihantam ombak raksasa tersebut tidak lagi membutuhkan tenaga manusia.
Sudah Digantikan Robot Sejak Dekade 90-an
Mengapa lowongan tersebut dipastikan palsu? Direktorat Antarwilayah Wilayah Barat Laut Atlantik Utara (DIRM NAMO) Prancis menjelaskan bahwa Mercusuar La Jument telah menerapkan sistem otomatisasi penuh sejak tahun 1991. Artinya, sudah 35 tahun menara tersebut dioperasikan oleh teknologi, bukan oleh manusia yang kesepian.
“Tidak ada penjaga di mercusuar La Jument atau di mercusuar manapun di Prancis. Semua sudah otomatis. Staf kami hanya berkunjung secara berkala untuk melakukan perawatan,” tegas pihak DIRM NAMO melalui keterangan resminya kepada AFP.
Kantor Pariwisata Pulau Ouessant—wilayah tempat menara suar itu berdiri—juga ikut menepuk jidat melihat kelakuan netizen dunia maya. Mereka menegaskan, selain tidak ada lowongan kerja sejak tahun 1991, besaran gaji riil penjaga menara di masa lalu sangat jauh di bawah angka 1 juta Dolar AS. Angka Rp19,7 miliar tersebut murni kreativitas oknum pembuat clickbait demi mendulang pundi-pundi iklan digital di situs web mereka.
Foto Legendaris dan Kecerdasan Buatan yang Ikut “Terkecoh”
Bagaimana hoaks ini bisa terlihat begitu meyakinkan di mata publik? Narasi palsu ini memanfaatkan foto sangat dramatis karya fotografer Prancis, Jean Guichard, yang diambil pada tahun 1989. Foto yang memperlihatkan penjaga asli bernama Théodore Malgorn berdiri di pintu menara tepat saat ombak raksasa menggulung tersebut merupakan juara kedua kontes World Press Photo 1991. Foto bersejarah itulah yang dicomot dan ditempeli teks palsu demi memancing reaksi netizen.
Parahnya lagi, pusaran misinformasi ini sempat membuat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ikut linglung. Penelusuran menggunakan mesin pencari Bing dan Google menunjukkan bahwa fitur ringkasan AI sempat memvalidasi kebohongan tersebut dengan merujuk pada artikel-artikel palsu dan unggahan media sosial yang viral. Beruntung, pencarian berbasis bahasa Prancis langsung meluruskan bahwa lowongan itu fiktif.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menyerap informasi lowongan pekerjaan di media sosial. Sebelum Anda memutuskan untuk resign dari pekerjaan sekarang demi mengejar gaji miliaran di tengah Samudra Atlantik, pastikan dahulu bahwa posisi yang Anda incar tidak sedang diisi oleh robot.
- Penulis: Yelki
- Editor: Khairil
