BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Gelap Gulita Seminggu, RSUD Pasaman Barat Sukses Bertransformasi Jadi Rumah Hantu

Gelap Gulita Seminggu, RSUD Pasaman Barat Sukses Bertransformasi Jadi Rumah Hantu

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Pemikiran awam kita biasanya menempatkan rumah sakit sebagai fasilitas publik yang paling benderang demi menjamin keselamatan nyawa manusia. Namun, jika Anda berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat saat matahari terbenam, logika tersebut tampaknya harus disimpan rapat-rapat di dalam laci.

Fasilitas medis milik Pemerintah Daerah ini belakangan sukses menyita perhatian publik setelah “bertransformasi” visual menjadi bangunan remang-remang yang lebih mirip set film horor lokal berbiaya rendah.

Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun dari para pedagang kaki lima serta warga yang bermukim di sekitar lokasi, kondisi kegelapan ini bukanlah proyek seni semalam, melainkan kelalaian fasilitas yang sudah konsisten dibiarkan selama satu minggu terakhir.

Ketika Gerbang Utama Berubah Menjadi ‘Hutan Gaib’

Masalah utama bermula dari mogoknya pasokan cahaya pada papan nama neon box di pinggir jalan raya serta lampu eksterior gedung utama. Akibatnya, identitas rumah sakit ini mendadak hilang ditelan malam.

Dampak dari “penghematan anggaran lampu” yang kelewat ekstrem ini bukan sekadar estetika, melainkan taruhan nyawa. Sejumlah warga sekitar menjadi saksi mata saat sebuah armada ambulans rujukan dari luar daerah sampai dua kali melaju kebablasan melewati area rumah sakit.

Minimnya penanda membuat sang sopir ambulans seolah dipaksa menebak-nebak letak gerbang utama di tengah kegelapan, sebuah manuver yang tentu membutuhkan kacamata malam militer atau insting paranormal.

Teori Hubungan Linier: Pemimpin Masuk Angin, Fasilitas Ikut Meriang

Absennya cahaya di fasilitas vital ini memicu berbagai spekulasi dan sindiran tajam dari masyarakat yang saban hari menggantungkan hidup di sekitar lokasi rumah sakit. Mereka mencoba mengaitkan urusan mati lampu ini dengan kondisi dr. Jelli Isma Syartika selaku Direktur RSUD Pasaman Barat yang dikabarkan tengah fokus menjalani pengobatan pribadi.

“Kasihan kita melihat RSUD milik Pemda ini, seperti tidak bertuan. Hendaknya kalau memang sedang sakit, ya lebih baik utamakan kesehatan dulu, jangan memaksakan diri memegang jabatan. Bagaimana mau mengurus gedung tempat orang sakit kalau direkturnya saja sakit? Ya, seperti gedung yang kita lihat malam hari ini, itu mencerminkan siapa yang memimpin di sini,” celetuk Keke, seorang warga sekitar saat diwawancarai dengan nada getir, Selasa malam (23/6/2026).

Tanpa bermaksud mendahului evaluasi internal, ketiadaan nahkoda di lapangan diduga kuat membuat manajemen kehilangan radar pengawasan harian, hingga perkara sekadar mengganti bohlam lampu luar pun menjadi urusan birokrasi yang rumit.

Sisi Gelap Parkiran: Dari Urusan Medis ke Urusan ‘Biologi’

Di sisi lain, peribahasa “ada kegelapan, ada kesempatan” tampaknya berlaku nyata di area pelataran parkir RSUD Pasaman Barat. Akibat dibiarkan gulita bak hutan belantara, lahan parkir ini dikeluhkan warga telah bergeser fungsi menjadi area strategis bagi para pemburu takjil asusila.

Laporan dari warga menyebutkan adanya peningkatan aktivitas mencurigakan dari kendaraan roda empat yang parkir di sudut paling gelap. Alih-alih digunakan untuk mengantar orang sakit, mobil-mobil tersebut disinyalir kerap bergoyang di luar kendali akibat ulah sejoli yang nekat mempraktikkan simulasi pelajaran biologi secara langsung di tempat terbuka.

“Pokoknya amburadul lah!” keluh warga yang merasa fungsi institusi medis telah ternoda oleh pembiaran fasilitas ini.

Jurus Pelayanan ‘Tenang’ dan Misteri Diagnosis Kantong Kemih

Ironisnya, nuansa ‘tenang’ di luar ternyata menular ke dalam aspek pelayanan medis. Beberapa keluarga pasien mengeluhkan lambatnya respons petugas di lapangan. Alih-alih menunjukkan urgensi saat menghadapi pasien darurat yang tidak mampu berjalan, sejumlah oknum petugas medis dinilai terlalu mempraktikkan filosofi hidup santai di balik meja konter mereka.

Kompleksitas masalah di RSUD Pasaman Barat ini ditutup oleh catatan minor mengenai akurasi penegangan diagnosis penyakit. Dalam sebuah kasus beberapa bulan lalu, pihak rumah sakit sempat meyakinkan keluarga bahwa kondisi seorang pasien berada dalam status aman terkendali dan tidak mengidap penyakit serius.

Namun, akibat kondisi pasien yang terus merosot, ia akhirnya dirujuk ke faskes luar daerah. Hasilnya cukup mengejutkan pihak keluarga, pasien tersebut ternyata terbukti menderita infeksi saluran kantong kemih yang sudah masuk kategori parah.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen RSUD Pasaman Barat guna meminta konfirmasi resmi terkait kendala teknis pencahayaan eksterior serta evaluasi mutu pelayanan medis yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Namun hingga saat ini, kompleks rumah sakit daerah itu tampaknya masih setia dengan konsep “redup fasilitas, redup pelayanan.”***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerak Cepat, Pemkab Pasaman Barat Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Dua Kecamatan

    Gerak Cepat, Pemkab Pasaman Barat Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Dua Kecamatan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di dua wilayah, yakni Kecamatan Sungai Aur dan Kecamatan Simpang Empat, pada Jumat (22/5/2026). Bupati Pasaman Barat melalui Plt. Kepala Dinas Sosial, Vanvoni Gorbi, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk respons […]

  • Dampak Blackout Sumatera: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset di Sumut dan Sumbar

    Dampak Blackout Sumatera: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset di Sumut dan Sumbar

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMATERA — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5) berujung tragis. Sebanyak tujuh warga dilaporkan menjadi korban dalam dua insiden terpisah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Dari total tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit […]

  • Baharuddin R Kecam Narasi Provokatif yang Sebut Pemimpin Terdahulu ‘Memperkosa’ Pasaman Barat

    Baharuddin R Kecam Narasi Provokatif yang Sebut Pemimpin Terdahulu ‘Memperkosa’ Pasaman Barat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Tokoh senior sekaligus Bupati Pasaman Barat periode 2010–2015, Baharuddin R, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika diskursus publik di media sosial yang dinilai mulai tidak sehat. Dia meminta seluruh lapisan masyarakat, terutama para aktivis muda, untuk berhenti membenturkan antar pemimpin dan menghormati jasa para pejabat terdahulu yang telah membangun daerah. Baharuddin menekankan bahwa […]

  • Nasib Program Makan Bergizi Gratis di Nunukan Menggantung Tanpa Dana Pusat

    Nasib Program Makan Bergizi Gratis di Nunukan Menggantung Tanpa Dana Pusat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 21
    • 0Komentar

    NUNUKAN — Pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan, tepatnya di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan mandek. Sebanyak empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut terpaksa menghentikan operasional pelayanan mereka sejak pertengahan Juni 2026 akibat belum dibayarnya tagihan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Koordinator SPPG […]

  • Lonjakan AI Buat Saham Perangkat Lunak Menurun Tajam, 300 Miliar Dolar Menguap Tiap Hari

    Lonjakan AI Buat Saham Perangkat Lunak Menurun Tajam, 300 Miliar Dolar Menguap Tiap Hari

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Peluncuran produk AI otonom memicu penurunan tajam saham perangkat lunak global, dengan sekitar 300 miliar dolar AS nilai pasar menguap dalam satu hari. Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) mengguncang pasar global dan memicu kekhawatiran terhadap masa depan perusahaan di sektor perangkat lunak berbasis layanan (software-as-a-service/SaaS), seiring investor bereaksi terhadap gelombang produk otonom […]

  • Prevalensi Stunting Pasaman Barat Turun Drastis Jadi 10,5 Persen

    Prevalensi Stunting Pasaman Barat Turun Drastis Jadi 10,5 Persen

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ada yang bilang rapat lintas sektor itu cuma ajang foto bersama, makan snack, dan pulang dengan tumpukan notulen yang akhirnya menguning di lemari arsip. Tapi Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Program INEY Fase II Poltekkes Kemenkes RI Padang membuktikan sebaliknya. Hasilnya? Prevalensi stunting Pasaman Barat turun dari 29,7 persen menjadi […]

expand_less