Trump Pertahankan Blokade Iran, Teheran Ancam Tindakan Praktis
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- print Cetak

Kapal Epaminondas saat disita oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz, 24 April [File: Meysam Mirzadeh/Tasnim/WANA via Reuters]
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBARBIZ – Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan melanjutkan blokade angkatan lautnya terhadap Iran hingga kesepakatan nuklir tercapai dengan Teheran.
Presiden AS mengatakan dia tidak ingin mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, tampaknya menolak pembukaan kembali Selat Hormuz agar pembicaraan AS-Iran dapat dilanjutkan.
“Blokade ini sedikit lebih efektif daripada pengeboman. Mereka tercekik seperti babi yang dijejali. Dan ini akan menjadi lebih buruk bagi mereka. Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir,” kata Trump, Rabu (29/4).
Iran telah menetapkan pencabutan blokade sebagai prasyarat untuk kembali ke perundingan. Menurut beberapa laporan media, Iran menawarkan kesepakatan terbatas minggu ini yang akan mengakhiri blokade mereka sendiri di Hormuz sebagai imbalan atas diakhirinya pengepungan terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.
Sedangkan Trump menolak proposal Iran tersebut dan merasa nyaman dengan status quo dengan Iran. Trump juga tidak terburu-buru untuk mendorong kesepakatan komprehensif atau kembali berperang.
Setidaknya dua kapal komersial yang terkait dengan Iran telah ditangkap oleh AS sebagai bagian dari pengepungan tersebut. Militer AS juga telah mengalihkan 39 kapal di perairan regional selama beberapa minggu terakhir.
Akibat itu, Iran menanggapi dengan menyita kapal-kapal yang dituduh melanggar peraturan maritim.
Kebuntuan tersebut telah menyebabkan harga minyak melonjak, memicu inflasi energi di AS, di mana harga satu galon bensin telah melampaui $4,22 ($1,11 per liter) naik dari kurang dari $3 ($0,79 per liter) sebelum perang.
Harga minyak mentah Brent, patokan internasional, melonjak hingga lebih dari $119 per barel pada hari Rabu seiring dengan meningkatnya retorika antara Washington dan Teheran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan AS sedang mencoba untuk mengaktifkan tekanan ekonomi dan perpecahan internal di negara itu, kemudian untuk melemahkan atau bahkan menghancurkan Iran dari dalam.
Dia berjanji bahwa rakyat Iran akan mengalahkan rencana licik musuh ini dan meraih kemenangan gemilang dalam perang tersebut.
Secara terpisah, sebuah sumber keamanan senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Press TV milik negara Iran bahwa blokade tersebut akan segera ditanggapi dengan tindakan praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya.***
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
