BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Puluhan Mesin Dompeng Jarah Emas Tinggam Kajai, Diduga ‘Disusui’ Solar Subsidi dan Setoran Koordinasi

Puluhan Mesin Dompeng Jarah Emas Tinggam Kajai, Diduga ‘Disusui’ Solar Subsidi dan Setoran Koordinasi

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Tinggam Kasiak Putiah, Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat kian meresahkan.

Selain memicu kerusakan ekosistem yang masif, kegiatan ilegal yang melibatkan puluhan mesin dompeng ini diduga kuat menjadi salah satu dalang kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pasokan solar yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan sektor produktif legal, disinyalir sengaja dialirkan dalam jumlah besar untuk menyokong operasional mesin-mesin penambang liar.

​Didominasi Pemodal Luar dan Dugaan “Uang Koordinasi”

​Ironisnya, perputaran uang dari hasil eksploitasi bumi Pasaman Barat ini ditengarai lebih banyak dinikmati oleh pihak luar. Sumber lokal menyebutkan bahwa pekerja dan pemilik modal dari aktivitas pendompengan ini sebagian bukanlah warga asli Kecamatan Talamau.

​Kelancaran aktivitas ilegal yang terkesan “kebal hukum” selama berbulan-bulan ini diduga terjadi karena adanya skema “uang koordinasi” atau setoran bulanan yang terstruktur.

​Menurut pengakuan seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, para pelaku diduga menyetorkan uang pelicin demi kelancaran operasi mereka.

​”Para pelaku tambang diduga menyetorkan uang sekitar Rp1,5 juta per unit mesin setiap bulannya. Aliran dana segar tersebut diduga mengalir ke berbagai oknum, mulai dari oknum pemuka adat, organisasi kepemudaan, hingga oknum aparat keamanan setempat,” ujar sumber tersebut.

​Masyarakat menilai operasi yang dilakukan selama ini kerap bocor dan hanya bersifat seremonial untuk meredam keresahan publik semata.

​Kapolsek Talamau Sempat Bungkam Sebelum Pimpin Razia

​Sebelumnya, Kapolsek Talamau, Iptu Fifriki Candra, sempat memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh jurnalis melalui saluran WhatsApp pada Minggu (24/5) terkait maraknya aktivitas puluhan dompeng dan kelangkaan solar tersebut.

Kapolsek Talamau Iptu Fifriki Candra memimpin langsung kegiatan penegakan hukum di kawasan Kasiak Putiah, Jorong Lubuak Sariak, dengan menggandeng unsur Pemerintah Nagari dan jajaran pemerintahan jorong setempat, Senin (25/5/2026).

​Namun, merespons keresahan masyarakat yang semakin mencuat, aparat kepolisian langsung mengambil tindakan nyata. Pada Senin (25/5/2026), Iptu Fifriki Candra memimpin langsung kegiatan penegakan hukum di kawasan Kasiak Putiah, Jorong Lubuak Sariak, dengan menggandeng unsur Pemerintah Nagari dan jajaran pemerintahan jorong setempat.

​Hasil Operasi Lapangan: Pondok Kosong dan Bekas Galian

​Dalam operasi pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Di lokasi, tim hanya menemukan sejumlah bekas galian tanah dan bangunan pondok yang sudah kosong ditinggalkan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa para pelaku telah mengendus kedatangan petugas sebelum aparat tiba di lokasi.

​Meskipun demikian, Iptu Fifriki Candra menegaskan komitmen tegas pihak kepolisian bersama pemerintah nagari untuk terus mengawasi dan menindak segala bentuk aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah hukum Kecamatan Talamau.

  • ​Dampak Lingkungan: Praktik penambangan emas ilegal terbukti merusak hutan, merusak struktur tanah, hingga mencemari aliran sungai.
  • ​Komitmen Aparat: Polsek Talamau dan Pemerintah Nagari akan rutin melakukan patroli dan pengawasan ketat secara berkala.
  • ​Imbauan Masyarakat: Warga diminta menjauhi aktivitas ilegal dan segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi aktivitas penambangan emas ilegal susulan.

​”Kami ingatkan kembali kepada seluruh warga agar menjauhi aktivitas tambang ilegal. Kerusakan ini pada akhirnya akan kembali menimpa masyarakat sendiri. Pengawasan terhadap kawasan rawan ini akan terus kami tingkatkan guna mencegah aktivitas serupa kembali muncul,” tegas Iptu Fifriki Candra di lokasi kegiatan.

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Ams
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp80 miliar untuk pemulihan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pasaman Barat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir tahun 2025 lalu. Bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebut difokuskan untuk pemulihan sarana air bersih dan sanitasi […]

  • Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat Yulianto memperjuangkan bantuan dana tambahan revitalisasi serta rencana pengembangan sekolah terintegrasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen), Jakarta Pusat. Selain itu, Bupati Yulianto juga memperjuangkan rencana pengembangan sekolah terintegrasi, pada Rabu (6/5). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh […]

  • Dampak Pemeriksaan Kejari, 449 Petani KUD Rantau Pasaman Mengeluh Lahan PSR Terbengkalai

    Dampak Pemeriksaan Kejari, 449 Petani KUD Rantau Pasaman Mengeluh Lahan PSR Terbengkalai

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Ratusan petani kecil yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Rantau Pasaman mengaku mengalami kerugian materiil dan psikologis akibat mencuatnya kasus dugaan korupsi dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Proses penyelidikan yang saat ini berjalan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat dinilai mengganggu fokus kerja petani dan menghambat kelanjutan program di lapangan. […]

  • IMI Pasaman Barat Kecam Tindakan Ketua Caretaker Sumbar: “Organisasi Bukan Perusahaan Pribadi!”

    IMI Pasaman Barat Kecam Tindakan Ketua Caretaker Sumbar: “Organisasi Bukan Perusahaan Pribadi!”

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 168
    • 0Komentar

    PADANG – Gejolak internal menyelimuti Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat. Keputusan kontroversial Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto, yang menghentikan seluruh agenda kegiatan otomotif di wilayah tersebut memicu reaksi keras dari tingkat bawah. Ketua IMI Pasaman Barat, Decky H Sahputra, melontarkan kritik pedas dan menuding pihak Caretaker telah bertindak semena-mena serta gagal memahami Tugas […]

  • Lawan Arus Digital, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Karakter Anak Lewat Lomba Bertutur

    Lawan Arus Digital, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Karakter Anak Lewat Lomba Bertutur

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pasaman Barat – Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan melestarikan kekayaan budaya lokal sejak dini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sukses menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pasaman Barat 2026. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Perpustakaan Pasaman Barat, Padang Tujuh, pada Senin (25/5). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati […]

  • DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

    DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ibarat kata pepatah, “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh jua.” Begitulah nasib tragis sekaligus menggelikan yang dialami oleh AS (49). Setelah empat bulan menyandang status sebagai DPO pembacok istri dan sukses berakting jadi ‘ninja’ di kebun sawit hingga banting setir menjadi penjual sate interlokal, pelariannya harus berakhir secara antiklimaks di Pematang Siantar, Sumatera […]

expand_less