BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Darurat Lingkungan! Geopark Talamau dan TN Batang Gadis Dikepung Tambang Emas Ilegal

Darurat Lingkungan! Geopark Talamau dan TN Batang Gadis Dikepung Tambang Emas Ilegal

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Kelestarian alam dan warisan geologi di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, kini berada dalam ancaman serius. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dilaporkan marak beroperasi di kawasan Simpang Lolo, Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh. Ironisnya, penambangan liar ini menyasar wilayah sensitif yang memiliki nilai ekologis dan geologis tinggi.

Informasi yang dihimpun dari tokoh masyarakat setempat, Niswan Adil Lubis, mengungkapkan bahwa titik penambangan ilegal tersebut diduga kuat masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Batang Gadis, sebuah wilayah yang berada di bawah kewenangan langsung Kementerian Kehutanan.

Tidak hanya itu, lokasi penambangan juga merambah bagian dari Geopark Talamau. Kawasan ini merupakan situs penting pelestarian warisan geologi dunia, termasuk keberadaan situs bebatuan Aek Pangijo yang sangat bernilai bagi ilmu pengetahuan.

Mengingatkan Memori Kelam Longsor 1992

Eksploitasi alam secara ugal-ugalan ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga. Kawasan Simpang Lolo sebenarnya memiliki riwayat bencana yang kelam. Pada tahun 1992, wilayah ini pernah dihantam longsor besar yang menghancurkan permukiman warga.

Akibat bencana dahsyat tersebut, seluruh masyarakat Simpang Lolo terpaksa dievakuasi dan direlokasi secara permanen ke Bukit Melintang, Nagari Sungai Aur. Aktivitas PETI yang merusak struktur tanah dikhawatirkan akan memicu “bom waktu” bencana serupa yang jauh lebih besar.

Ancaman Racun di Sepanjang Aliran Sungai

Dampak lingkungan dari tambang emas liar ini diprediksi akan meluas hingga ke hilir. Pasalnya, aktivitas tambang berada tepat di hulu Sungai Batang Kenaikan.

Jika penggunaan bahan kimia berbahaya dan pengerusakan terus dibiarkan, aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan ini akan membawa petaka bagi masyarakat di berbagai wilayah yang dilaluinya, meliputi Sitabu, Rabi Jonggor, Huta Tonga Bandar, Paraman Ampalu, Tanjung Durian, Talang Kuning, hingga bermuara di Muara Kiawai.

“Jika tidak segera ditindaklanjuti, aktivitas ini berpotensi besar mencemari air sungai serta merusak ekosistem yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut,” ujar Niswan.

Saat ini, masyarakat Pasaman Barat menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan Kementerian Kehutanan untuk segera turun ke lapangan. Penindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap para pelaku PETI mutlak dilakukan demi menyelamatkan warisan alam dan menjamin keselamatan generasi mendatang.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 45
    • 0Komentar

    SIMPANG EMPAT – Bupati Pasaman periode 2000–2005 sekaligus Bupati Pasaman Barat periode 2010–2015, H. Baharuddin R, angkat bicara mengenai merosotnya etika dalam penyampaian aspirasi publik saat ini. Tokoh senior Sumatera Barat ini menyayangkan maraknya penggunaan bahasa kasar dan hujatan yang dialamatkan langsung kepada pemimpin daerah. Soroti Etika Berdemokrasi Baharuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kritik di […]

  • Cuaca Sumbar Siaga Ekstrem: Saat Langit Padang dan Sekitarnya Hobi “Nangis” Tanpa Henti

    Cuaca Sumbar Siaga Ekstrem: Saat Langit Padang dan Sekitarnya Hobi “Nangis” Tanpa Henti

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PADANG — Bagi Anda warga Sumatra Barat yang sedang berencana jemur kasur atau kencan di luar, sebaiknya tunda dulu. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) baru saja mengetuk palu peringatan dini terkait cuaca Sumbar yang sedang tidak baik-baik saja. Berlaku untuk tiga hari ke depan (5–7 Juli 2026), wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya resmi menyandang […]

  • Polres Dharmasraya Salurkan Zakat Penghasilan Personel Kepada Warga Kurang Mampu

    Polres Dharmasraya Salurkan Zakat Penghasilan Personel Kepada Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DHARMASRAYA – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya kembali menunjukkan komitmen kepedulian sosialnya kepada masyarakat. Melalui jajaran pejabatnya, Polres Dharmasraya menyalurkan bantuan sosial berupa zakat penghasilan personel kepada warga yang membutuhkan di Lobby Mako Polres, pada Rabu (3/6/2026) pukul 09.00 WIB. Agenda penyaluran zakat ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Rizky Cholid. Dalam pelaksanaannya, Wakapolres turut didampingi […]

  • Patung Bundo Kanduang Kesamber Petir, Simbol Sawit Dituntut Balik Kampung

    Patung Bundo Kanduang Kesamber Petir, Simbol Sawit Dituntut Balik Kampung

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Sebuah fenomena alam yang terjadi di pusat Kabupaten Pasaman Barat memicu diskusi publik yang meluas di ruang siber. Kepala patung Bundo Kanduang, yang berdiri berdampingan dengan patung Ninik Mamak di Bundaran Simpang Ampek, dilaporkan hancur akibat tersambar petir saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut baru-baru ini. Insiden hancurnya bagian atas patung ikonik […]

  • Resmi Meluncur: Motorola Razr Ultra 2026 Bawa Baterai 5.000 mAh dan Layar Pantone 5.000 Nits

    Resmi Meluncur: Motorola Razr Ultra 2026 Bawa Baterai 5.000 mAh dan Layar Pantone 5.000 Nits

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA – Motorola resmi mengumumkan lini ponsel lipat flagship terbarunya, Motorola Razr Ultra (2026). Diperkenalkan secara global pada 29 April 2026, suksesor dari generasi 2025 ini membawa sejumlah peningkatan signifikan di sektor baterai, kemampuan layar, dan teknologi kecerdasan buatan (AI), meskipun harus mengalami penyesuaian harga. Bagi konsumen yang tertarik, masa pemesanan awal (pre-order) akan dibuka […]

  • Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar gawai kelas premium (flagship) kembali digairahkan oleh langkah agresif dari produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Melalui platform penjualan resminya, ponsel pintar yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat Android terbaik saat ini, Samsung Galaxy S26 Ultra, mengalami penurunan harga yang sangat signifikan hingga mencapai 31 persen dari harga normalnya. Perangkat yang semula […]

expand_less