Amerika Langgar Komitmen, Iran Tutup Akses Maritim Strategis Selat Hormuz
- account_circle Yelki
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Selat Hormuz yang begitu sempit sangat mudah dikontrol Iran. (Foto Istimewa)
TEHERAN — Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengambil langkah ekstrem dengan menutup jalur laut strategis Selat Hormuz. Jalur perairan yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia tersebut dinyatakan tertutup total bagi seluruh aktivitas lalu lintas kapal.
Dilansir dari Reuters, Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran mengumumkan keputusan penutupan tersebut pada Sabtu (20/6/2026). Pihak militer Iran menegaskan bahwa pemblokiran Selat Hormuz ini merupakan respons langsung atas dugaan pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Teheran menyatakan bahwa penutupan jalur laut internasional ini baru merupakan “langkah pertama” dalam merespons pengingkaran komitmen dari pihak Washington dan Tel Aviv.
Pemerintah Iran juga mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka siap mengambil langkah-langkah lanjutan yang lebih tegas apabila pelanggaran kesepakatan tersebut masih terus berlanjut.
Eskalasi ini dipicu oleh tindakan Israel yang sebelumnya meluncurkan serangkaian serangan udara ke wilayah Lebanon hingga menewaskan belasan orang. Serangan agresif tersebut dinilai langsung mengancam keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Amerika Serikat dan Iran.
Ironisnya, gempuran mematikan oleh militer Israel itu tetap dilancarkan meskipun pemerintah Amerika Serikat baru saja mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah pada Jumat (19/6/2026).
Langkah Iran memblokade Selat Hormuz ini kini memicu kekhawatiran global terhadap potensi lonjakan harga energi serta meluasnya konflik terbuka di kawasan tersebut.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
