BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » LIMA PULUH KOTA » FORKI Lima Puluh Kota Juara Umum III Kejurprov Sumbar 2026

FORKI Lima Puluh Kota Juara Umum III Kejurprov Sumbar 2026

  • account_circle Sukrianto
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN — Mati lampu. Itulah yang terjadi ketika kontingen FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota melangkahkan kaki ke tatami GOR Tuanku Rao. Bukan mati lampu listrik, tapi mati lampu lawan.Di tengah persaingan sengit Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) FORKI Sumatera Barat 2026 yang diikuti sekitar 800 atlet dari 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, kontingen asal Kabupaten Lima Puluh Kota tidak datang untuk jadi penonton.

Mereka datang untuk bertarung, menang, dan membawa pulang gelar Juara Umum III. Dengan raihan 7 medali emas, 5 medali perak, dan 14 medali perunggu, mereka membuktikan bahwa di dunia karate, ukuran kabupaten tidak menentukan ukuran prestasi.

Tujuh Emas: Dari Kata hingga Kumite, Semua Disikat

Tujuh medali emas bukan angka kebetulan. Ini adalah hasil dari pukulan yang dilatih ribuan kali, tendangan yang diulang hingga otot ingat, dan kiai yang dilontarkan hingga suara serak. Tujuh emas dipersembahkan oleh:

Aldefaro Rasdhan menyabet emas di nomor Kata Dini Putra. Dengan gerakan yang tajam seperti belati dan konsentrasi seperti sedang bermain catur melawan waktu, Aldefaro membuktikan bahwa kata bukan sekadar tarian kosong. Ini adalah seni pergerakan yang membutuhkan kekuatan, kelenturan, dan jiwa yang tenang.

Fathar Muhammad Qaishar tampil seperti atlet yang punya tanggungan medali. Ia tidak puas dengan satu emas. Ia meraih dua medali emas sekaligus: nomor Kata Pemula Putra dan Kumite -35 Kg Pemula Putra. Jadi, Fathar tidak hanya jago gerakan tanpa lawan, tapi juga jago menghadapi lawan langsung. Kombinasi langka yang menunjukkan bahwa di tubuhnya mengalir darah petarung sejati.

Ghaitsa Syahla Almera mengikuti jejak Fathar dengan performa yang tidak kalah gemilang. Ia juga menyabet dua medali emas: nomor Kata Pra Pemula Putri dan Kumite +30 Kg Pra Pemula Putri. Ghaitsa membuktikan bahwa gender bukan penghalang untuk menjadi juara. Di tatami, yang dihitung adalah teknik, speed, dan tekad — bukan apakah Anda memakai pita rambut pink atau biru.

Nayyara Oktafeli Harianto menambah koleksi emas dari nomor Kata Kadet Putri. Sementara Haikal Rajo Febrian menutup daftar emas dengan kemenangan di Kumite -68 Kg Junior Putra. Haikal, dengan berat badan yang lebih besar dari kategori pemula, menunjukkan bahwa karate bukan soal ukuran tubuh, tapi soal bagaimana Anda menggunakan tubuh Anda.

Lima Perak dan Empat Belas Perunggu: Medali yang Juga Berbicara

Di balik tujuh emas, ada lima medali perak yang tidak kalah berharga. Khaira Nadifa, Faraas Fizatul Adha, Nayyara Oktafeli Harianto, Athaillah Zahran, dan Nur Ayzah berhasil naik podium meski belum berada di puncak. Perak bukan kekalahan. Perak adalah bukti bahwa Anda sudah berada di antara yang terbaik, dan langkah ke emas hanya tinggal masalah waktu dan latihan.

Sementara itu, empat belas medali perunggu disumbangkan oleh Inaya Atifa Zahra, M. Revan Harianto, M. Alvin Alkhifari, Tsaqif Maulana Akbar, Raja Faris Ahmad, Athaillah Zahran, Khaliqa Afshen, Abdul Muhammad Farid, Yuciko Azzafran, Kheyssa Fardhatillah Adwina, Qorina Miftahul Khair, Widya Rahma Putri, dan atlet lainnya.

Perunggu mungkin warnanya paling gelap di antara tiga medali, tapi di tangan atlet-atlet ini, perunggu bersinar dengan bangga. Karena dari 800 atlet yang bertanding, masuk 3 besar sudah merupakan prestasi yang patut diacungi jempol.

Egon Febri: Manager yang Bersyukur, Bukan Berpuas Diri

Di balik setiap medali, ada orang-orang yang tidak naik podium tapi bekerja lebih keras dari siapa pun. Manager Tim FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota, Egon Febri, adalah salah satunya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Prestasi Juara Umum III ini merupakan buah dari kerja keras para atlet yang berlatih tanpa mengenal lelah, dedikasi para pelatih, dukungan official, orang tua atlet, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Egon.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan meraih hasil yang lebih tinggi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” sambungnya.

Syukur, tapi tidak berpuas diri. Itulah mentalitas juara. Karena di dunia olahraga, yang berpuas diri hari ini, akan dilampaui orang lain besok.

Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo: Ketua yang Juga Anggota DPRD, Bangga dan Berharap

Ketua Umum FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Bukan sekadar ucapan formal dari pejabat, tapi ucapan dari orang yang benar-benar melihat perjuangan atlet-atletnya dari dekat.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan Manager Tim FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota atas perjuangan yang luar biasa sehingga berhasil meraih Juara Umum III pada Kejurprov FORKI Sumatera Barat 2026. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat pantang menyerah akan selalu membuahkan hasil yang membanggakan.”

Tapi Nurkhalis tidak berhenti di situ. Ia memberikan pesan yang menusuk: “Jadikan prestasi ini sebagai pijakan untuk terus berlatih, memperbaiki diri, dan mempersiapkan target yang lebih tinggi. Saya yakin, dengan pembinaan yang berkesinambungan dan semangat yang terus terjaga, FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota mampu menjadi Juara Umum pada kejuaraan-kejuaraan mendatang. Teruslah berlatih dengan rendah hati, bertanding dengan sportif, dan harumkan nama Kabupaten Lima Puluh Kota di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.”

Rendah hati, sportif, dan berambisi. Tiga kata yang terdengar sederhana, tapi butuh pengorbanan luar biasa untuk mewujudkannya.

Di Balik Medali: Pelatih yang Tidak Tidur Nyenyak

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim. Kontingen dipimpin oleh Manager Tim Egon Febri, didampingi Pelatih Nasmel Yantos dan Muhammad Suryadi, serta Official M. Hafis Samsudin. Mereka adalah orang-orang yang mungkin tidak pernah masuk ring, tapi matanya lebih merah dari atlet karena begadang mempelajari video lawan.

Mereka adalah orang-orang yang suaranya lebih serak dari atlet karena terus memberi instruksi dari pinggir tatami. Dan mereka adalah orang-orang yang tangan gemetar lebih hebat dari atlet saat pertandingan memasuki detik-detik penentuan.

Masa Depan: Dari Juara Umum III ke Juara Umum I

Raihan Juara Umum III ini menjadi bukti bahwa pembinaan karate berkelanjutan Kabupaten Lima Puluh Kota terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari 19 kabupaten/kota, masuk 3 besar bukanlah posisi yang buruk. Tapi bukan pula posisi yang memuaskan bagi mereka yang punya ambisi lebih besar.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi, sekaligus memperkuat posisi FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai salah satu kekuatan karate yang diperhitungkan di Sumatera Barat.

Karena di dunia olahraga, tidak ada yang namanya “cukup bagus.” Ada “bagus,” dan ada “lebih bagus.” Dan FORKI Lima Puluh Kota sudah membuktikan bahwa mereka tergolong yang “bagus.” Sekarang, tinggal membuktikan bahwa mereka bisa menjadi “lebih bagus.”

OSS! Prestasi hari ini adalah hasil dari latihan kemarin, dan latihan hari ini adalah kunci kemenangan di masa depan. FORKI Kabupaten Lima Puluh Kota, terus melaju, terus berprestasi, dan terus menginspirasi.***

  • Penulis: Sukrianto
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • HGU PT PANP Mati, Tokoh Adat Kinali: Sekda Abaikan Nasib 1.500 Ha Lahan Ulayat

    HGU PT PANP Mati, Tokoh Adat Kinali: Sekda Abaikan Nasib 1.500 Ha Lahan Ulayat

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Ketika hak-hak konstitusional warga negara jamak dijadikan komoditas retorika dalam panggung politik, realitas di Kabupaten Pasaman Barat justru mempertontonkan drama ironis yang memilukan. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasaman Barat tampaknya sedang memperagakan seni mengabaikan rakyat secara paripurna. Hingga pertengahan tahun 2026, lembaran surat permohonan dialog terbuka yang dikirimkan oleh Masyarakat Adat Nagari […]

  • Bupati Pasaman Barat Tegaskan Pembinaan Moral Anak Merupakan Tanggung Jawab Bersama

    Bupati Pasaman Barat Tegaskan Pembinaan Moral Anak Merupakan Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus memperkuat fondasi keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda sebagai pilar utama pembangunan daerah. Langkah nyata ini terlihat saat Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri prosesi Khatam Al-Qur’an gabungan yang melibatkan 35 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) se-Kecamatan Lembah Melintang, Rabu (17/6/2026). Acara religius yang […]

  • Lebih Unggul dari Apple dan Samsung? Ini Alasan Google Pixel Watch 4 Jadi Smartwatch Terbaik Google Saat Ini

    Lebih Unggul dari Apple dan Samsung? Ini Alasan Google Pixel Watch 4 Jadi Smartwatch Terbaik Google Saat Ini

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pasar jam tangan pintar (smartwatch) premium kembali memanas dengan kehadiran generasi terbaru dari Google, yakni Pixel Watch 4. Setelah melalui pengujian intensif selama satu minggu penuh, perangkat ini membuktikan diri sebagai smartwatch terbaik yang pernah diproduksi oleh Google hingga saat ini, sekaligus memberikan ancaman serius bagi para kompetitor di ekosistem Wear OS. Desain […]

  • Maju Pilwana 2026, Samsuri Bidik Pemerataan Infrastruktur Total di Nagari Bunuik

    Maju Pilwana 2026, Samsuri Bidik Pemerataan Infrastruktur Total di Nagari Bunuik

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 42
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di wilayah Kabupaten Pasaman Barat mulai menghangat. Sebanyak 87 nagari di kabupaten tersebut dijadwalkan bakal menggelar pesta demokrasi tingkat desa pada tahun 2026 ini. Seiring dengan itu, sejumlah figur potensial mulai bermunculan dan menyatakan kesiapan mereka untuk membawa perubahan, salah satunya adalah Samsuri. ​Samsuri, yang saat […]

  • WALHI Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumatera Barat

    WALHI Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Tambang Emas Ilegal di Sumatera Barat

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat resmi melaporkan maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Melalui laporan dan pengaduan masyarakat yang diserahkan ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta pada Senin (9/6/2026). WALHI mendesak Mabes Polri untuk segera mengambil alih penegakan hukum terhadap […]

  • Gugat Jaksa, Tiga Tersangka Kasus Pasar Sungaibatang Ajukan Praperadilan di PN Lubukbasung

    Gugat Jaksa, Tiga Tersangka Kasus Pasar Sungaibatang Ajukan Praperadilan di PN Lubukbasung

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 72
    • 0Komentar

    AGAM – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Revitalisasi Pasar Rakyat Sungaibatang resmi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Agam di Maninjau. Sidang perdana yang beragendakan pembacaan permohonan tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubukbasung pada Senin (18/5). ​Ketiga pemohon adalah H (mantan Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Agam), PJ (Direktur […]

expand_less