Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS
- account_circle Hanny
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- print Cetak

Orang-orang berkumpul untuk menghadiri upacara perpisahan tim nasional Iran di Teheran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN – Gemuruh sorak-sorai ribuan pendukung membahana di Lapangan Enqelab, Teheran, pada Rabu malam. Di bawah sorotan lampu panggung dan lambaian bendera, publik Iran berkumpul untuk melepas skuad nasional mereka, Tim Melli, yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026.
Acara perpisahan ini bukan sekadar seremoni biasa. Di tengah ketegangan geopolitik yang menyelimuti kawasan, pawai ini menjadi simbol persatuan bangsa. Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyebut momentum ini sebagai pelepasan terbaik dalam empat dekade terakhir.
“Para pemain bersama rakyat, dan penonton berdiri bersama martabat serta kehormatan negara. Apa pun hasilnya nanti, kami berharap bendera Iran berkibar dengan gagah di sana,” ujar Taj dalam wawancara dengan televisi pemerintah.
Peluncuran Jersey dan Teka-teki Visa
Selain melepas para pemain, acara tersebut juga menjadi panggung bagi diperkenalkannya seragam resmi Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026. Usai acara ini, skuad dijadwalkan terbang ke Turki untuk menjalani kamp pelatihan intensif, termasuk laga pemanasan melawan Gambia di Antalya pada 29 Mei mendatang.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, awan mendung ketidakpastian masih menggelayuti perjalanan tim menuju Amerika Serikat. Partisipasi Iran terus menjadi sorotan menyusul konflik regional yang pecah pada Februari lalu.
Masalah birokrasi menjadi sandungan utama. Sebelumnya, delegasi FFIRI sempat tertahan dan ditolak masuk di bandara Toronto, Kanada, meski memegang visa sah. Insiden tersebut memicu kekhawatiran serupa akan terjadi saat tim hendak memasuki Amerika Serikat, mengingat kebijakan ketat AS terhadap individu yang dianggap memiliki keterkaitan dengan organisasi tertentu yang mereka klasifikasikan sebagai entitas teroris.
Menanti Janji FIFA
Sekretaris Jenderal FFIRI, Hedayat Mombeini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak federasi masih menunggu kejelasan mengenai dokumen perjalanan para pemain dan ofisial.
“Belum ada kabar pasti mengenai visa. Kami sangat berharap masalah ini segera tuntas dalam waktu dekat,” kata Mombeini.
Ia menegaskan bahwa pihak Iran kini sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab koordinasi kepada FIFA untuk memastikan tim bisa mendarat di AS tepat waktu.
“FIFA sudah berjanji, dan kami memegang janji tersebut agar para pemain bisa menerima visa mereka tanpa hambatan,” tambahnya.
Iran dijadwalkan memainkan ketiga pertandingan fase grup mereka di wilayah Amerika Serikat. Bagi para penggemar di Teheran, keberangkatan tim ke Turki adalah langkah awal dari harapan besar agar olahraga tetap bisa berdiri di atas kemelut politik global.***
- Penulis: Hanny
