BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » 64 Nagari Minim Edukasi Organik, Pasaman Barat Darurat Degradasi Tanah?

64 Nagari Minim Edukasi Organik, Pasaman Barat Darurat Degradasi Tanah?

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Sektor pertanian merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan data terbaru Pemutakhiran Data Perkembangan Desa 2025 (Potensi Desa 2025) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat pada Januari 2026, sebanyak 87 dari 90 nagari di wilayah ini menggantungkan sumber penghasilan utamanya pada sektor pertanian.

Namun, di balik suburnya lahan hijau tersebut, tersimpan ancaman ekologis yang kian nyata akibat tingginya ketergantungan pada bahan kimia buatan.

Ketergantungan Kimia dan Minimnya Edukasi Organik

Laporan Podes 2025 mencatat dinamika mengkhawatirkan pada aspek pengelolaan lingkungan di tingkat tapak. Dari total 90 nagari yang terdata, tercatat baru 39 nagari yang aktif melakukan kegiatan penggalakan penggunaan pupuk organik. Sebaliknya, 51 nagari lainnya belum memaksimalkan gerakan ini.

Secara akumulatif, kondisi ini mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah—yakni sekitar 64 nagari di Pasaman Barat—disinyalir masih mengalami ketergantungan yang sangat tinggi terhadap penggunaan pupuk kimia.

“Minimnya penetrasi edukasi dan pendampingan pupuk organik membuat para petani lokal terjebak pada pola tani instan yang mengorbankan keberlanjutan unsur hara tanah”

Indikasi Pencemaran Lingkungan Mulai Meluas

Kondisi tersebut linier dengan munculnya berbagai indikasi pencemaran lingkungan di area pemukiman dan pertanian warga. Berdasarkan dokumen tepercaya BPS, pencemaran air kini telah terdeteksi di 13 nagari, sementara pencemaran udara terjadi di 10 nagari.

Khusus untuk pencemaran air, sektor pabrik/industri/usaha menjadi penyumbang di 5 nagari, diikuti oleh akumulasi limbah rumah tangga di 4 nagari, serta sumber domestik dan sektor lainnya di 4 nagari.

Jika kontaminasi zat kimia dari sektor pertanian terus terakumulasi tanpa adanya pembatasan, beban ekologis yang ditanggung perairan dan ekosistem hilir di Pasaman Barat diprediksi akan semakin fatal.

Ancaman Degradasi Mutu Tanah dan Gagal Panen

Ketergantungan masif pada intervensi kimia non-organik di lahan pertanian dikhawatirkan dapat memicu degradasi mutu tanah dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk sintetis secara terus-menerus tanpa diimbangi bahan organik terbukti mengeraskan struktur tanah, mematikan mikroorganisme penyubur alami, dan meningkatkan keasaman tanah (pH ekstrem).

Ancaman kerusakan struktur tanah ini pada gilirannya berpotensi menurunkan produktivitas komoditas unggulan daerah, seperti kelapa sawit, jagung, dan padi. Penurunan hasil panen secara perlahan akan memukul langsung kantong-kantong ekonomi makro daerah, mengingat hampir seluruh nagari di Pasaman Barat menggantungkan hidupnya dari tanah pertanian.

Mendesak Evaluasi dan Mitigasi Berbasis Data

Pemerintah daerah melalui instansi terkait—seperti Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup—diharapkan dapat memanfaatkan basis data spasial tepercaya hasil rilis Podes 2025 ini sebagai rujukan evaluasi strategis.

Diperlukan langkah mitigasi segera guna mendorong edukasi pola tanam yang berkelanjutan. Transformasi ini dapat diakselerasi melalui:

  • Penguatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL): Menggandakan intensitas pelatihan pembuatan kompos dan pupuk organik mandiri di 51 nagari yang belum tersentuh maksimal.

  • Perluasan Insentif: Mempermudah akses dan memberikan stimulan berupa bantuan pupuk organik hayati kepada kelompok tani.

  • Regulasi Proteksi Lahan: Menyusun kebijakan daerah yang membatasi penggunaan bahan kimia berbahaya guna menjaga stabilitas ekologis serta menjamin ketahanan pangan bumi Pasaman Barat di masa depan.

  • Penulis: Irfansyah P
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif Masinton Pasaribu: Dari Buruh Lepas Pelabuhan Belawan hingga Jadi Bupati Tapanuli Tengah

    Kisah Inspiratif Masinton Pasaribu: Dari Buruh Lepas Pelabuhan Belawan hingga Jadi Bupati Tapanuli Tengah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 28
    • 0Komentar

    TAPANULI TENGAH — Panggung politik tanah air kerap kali menampilkan cerita perjuangan yang menarik dari para tokohnya. Salah satu figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kokoh dan berkarakter adalah Masinton Pasaribu. Politikus dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini sekarang tengah mengemban amanah besar sebagai Bupati Tapanuli Tengah untuk masa bakti periode 2025–2030. […]

  • Panggil PT PANP Segera! Pemda Pasaman Barat Jangan Berkhianat pada Adat

    Panggil PT PANP Segera! Pemda Pasaman Barat Jangan Berkhianat pada Adat

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Irfan Dt Sampono
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Di tengah hiruk-pikuk janji perlindungan hak rakyat, realitas di Kabupaten Pasaman Barat justru berbalik 180 derajat. Masyarakat adat Nagari Anam Koto Selatan, Kecamatan Kinali, kini tengah berdiri di persimpangan jalan, menghadapi tembok bisu bernama Pemerintah Daerah (Pemda). Sudah 26 hari surat permohonan dialog terbuka tidak digubris oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat […]

  • Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat, bergerak cepat mengakselerasi pelaksanaan seluruh program kegiatan yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan program prioritas—terutama pemulihan pascabencana dan peningkatan mutu pelayanan publik—dapat terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Monitoring […]

  • Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PADANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat melayangkan tantangan terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Jenderal bintang dua ini didesak untuk membuktikan integritasnya dengan memberantas tuntas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah bertahun-tahun merenggut nyawa warga di “Ranah Minang”. Desakan keras ini dipicu oleh tragedi kemanusiaan […]

  • Bupati Yulianto didampingi Wakil Bupati M Ihpan dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi di Kemensos

    Kemensos Prioritaskan Pasaman Barat Dalam Program ATENSI dan Sekolah Rakyat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Perkuat sinergi program perlindungan sosial serta memperjuangkan dukungan program strategis bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melakukan audensi dengan Kementerian Sosial. Langkah itu dinilai untuk mempercepat mendapatkan bantuan dan dapat terealisasi di Tahun 2026 ini. Bupati Pasaman Barat Yulianto mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut melalui percepatan asesmen […]

  • Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    Pemda Pasaman Barat Berhasil Perjuangkan Bantuan Sekitar Rp80 Miliar untuk Tiga SPAM

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Ams
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp80 miliar untuk pemulihan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Pasaman Barat pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir tahun 2025 lalu. Bantuan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya tersebut difokuskan untuk pemulihan sarana air bersih dan sanitasi […]

expand_less