Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Jeritan Nelayan Pasaman Barat: Jatah Solar Dibatasi, Belasan ABK Terancam Menganggur

Jeritan Nelayan Pasaman Barat: Jatah Solar Dibatasi, Belasan ABK Terancam Menganggur

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Kelompok nelayan tradisional pengguna kapal jenis “Cin-cin” di Kabupaten Pasaman Barat kini tengah menghadapi situasi sulit. Kebijakan baru yang membatasi kuota pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dinilai mencekik urat nadi perekonomian mereka.

​Jika sebelumnya para nelayan bebas mengambil solar sesuai dengan kuota jatah bulanan mereka, kini aturan diperketat. Berdasarkan pengakuan seorang nelayan, setiap kelompok nelayan (satu kapal) hanya diperbolehkan mengambil maksimal 1.200 liter solar per hari.

​Kebijakan ini langsung memicu keluhan hebat dari para awak kapal yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

​Rasio Kebutuhan Melaut yang Tidak Sebanding

​Bagi kapal tradisional jenis Cin-cin, pembatasan 1.200 liter per hari ini bagaikan buah simalakama. Sekali melaut, kapal-kapal ini membutuhkan pasokan bahan bakar yang sangat besar demi bisa menjangkau area tangkapan yang potensial.

​Berikut adalah rincian perbandingan antara kebutuhan operasional kapal dengan regulasi pembatasan saat ini:

  • ​Kebutuhan Solar Sekali Melaut: 18 drum (setara dengan 3.600 liter, di mana 1 drum = 200 liter).
  • ​Jatah Maksimal SPBU: 1.200 liter per hari.
  • ​Waktu Tunggu Pengumpulan BBM: 3 hari berturut-turut hanya untuk mengumpulkan solar agar cukup untuk satu kali perjalanan.
  • ​Durasi Operasional di Laut: 3 hingga 4 hari perjalanan.
  • ​Jumlah Awak Kapal: 15 sampai 18 orang per kapal.

“Kami tidak bisa langsung berangkat kerja. Harus menunggu dan mengumpulkan solar selama tiga hari dulu baru tangki kapal penuh. Selama tiga hari itu, kami menganggur dan tidak ada pemasukan,” keluh salah seorang nahkoda kapal Cin-cin di Pasaman Barat.

​Dampak Berantai bagi Belasan Kepala Keluarga

​Kondisi ini tidak hanya memukul pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung pada nasib para anak buah kapal (ABK). Dengan kapasitas 15 hingga 18 awak per kapal, ada belasan kepala keluarga yang kesejahteraannya dipertaruhkan setiap kali kapal tertahan di dermaga.

​Waktu tunggu selama tiga hari untuk mengumpulkan BBM otomatis memotong frekuensi melaut para nelayan dalam sebulan. Menurunnya intensitas melaut ini berbanding lurus dengan merosotnya pendapatan yang dibawa pulang untuk anak dan istri di rumah.

​Menanti Solusi dari Pemerintah

​Kelompok nelayan Pasaman Barat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk Pertamina, dapat meninjau kembali regulasi pembatasan harian ini. Mereka meminta adanya diskresi khusus bagi kapal-kapal nelayan besar seperti kapal Cin-cin.

​Nelayan berharap pengisian BBM bisa dikembalikan ke sistem kuota bulanan yang fleksibel, sehingga mereka tidak perlu membuang waktu berhari-hari di darat hanya untuk mengantre solar.

​Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada solusi konkret, dikhawatirkan angka kemiskinan di pesisir Pasaman Barat akan melonjak tajam akibat lumpuhnya sektor perikanan tangkap lokal.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembunuhan di Pekanbaru, Pelaku Awalnya Ingin Habisi Satu Keluarga

    Pembunuhan di Pekanbaru, Pelaku Awalnya Ingin Habisi Satu Keluarga

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pekanbaru, SUMBARBIZ – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau mengungkap para pelaku pencurian disertai pembunuhan di Rumbai, Kota Pekanbaru, diduga awalnya sempat merencanakan pembunuhan terhadap satu keluarga sebelum melancarkan aksinya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Komisaris Besar Polisi Hasyim dalam konferensi pers di Pekanbaru, Minggu, mengatakan awalnya para pelaku hanya berniat melakukan pencurian, […]

  • Diduga Jadi Sarang PETI, Aliran Sungai Batang Air Haji Pasaman Barat Rusak Parah

    Diduga Jadi Sarang PETI, Aliran Sungai Batang Air Haji Pasaman Barat Rusak Parah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Air Haji, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, diduga mengalami penurunan kualitas lingkungan. Aliran sungai yang dulunya diandalkan warga, kini terpantau keruh dan berlumpur pekat. Perubahan kondisi sungai tersebut diduga dampak dari aktivitas pertambangan emas yang beroperasi di kawasan tersebut, yang menurut warga setempat ditengarai belum memiliki […]

  • Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    Tradisi Batagak Kudo-kudo, Bupati Yulianto: Warisan Nenek Moyang dan Benteng Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pesona, SUMBARBIZ – Batagak kudo-kudo adalah tradisi gotong royong masyarakat Minangkabau untuk menegakkan rangka atap (kuda-kuda) rumah, rumah gadang, atau masjid. Tradisi ini dilakukan bersama-sama oleh warga, menyerupai pesta, yang memperkuat nilai silaturahmi, kerja sama, dan persatuan. Seperti hal nya yang dilakukan oleh masyarakat Talu dalam batagak kudo-kudo Masjid Multazam Istana Tuanku Bosa Kabuntaran Talu. […]

  • Iran Lepas Tembakan Peringatan ke Arah Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

    Iran Lepas Tembakan Peringatan ke Arah Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Angkatan Laut Iran melepaskan tembakan peringatan di dekat kapal-kapal musuh setelah kapal perusak AS mencoba mendekati Selat Hormuz, memperingatkan bahwa setiap tindakan seperti itu akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin, Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa kapal perusak AS telah mencoba bergerak menuju Selat Hormuz di […]

  • Dua Kapal Tanker Iran Berhasil Melewati Blokade Angkatan Laut AS

    Dua Kapal Tanker Iran Berhasil Melewati Blokade Angkatan Laut AS

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Dalam sebuah unggahan di X hari ini, TankerTrackers, yang menggunakan citra satelit untuk menentukan lokasi kapal, mengatakan bahwa sebuah kapal tanker yang diidentifikasi sebagai VINA/VALLEY, yang secara rutin mengirimkan LPG Iran ke Yaman, telah memasuki perimeter blokade. Kapal tersebut, lanjutnya, mengirimkan sinyal ke Sistem Identifikasi Otomatis (AIS), sebuah sistem pelacakan otomatis yang […]

  • Pembunuh Tukang Ojek Ditangkap, Dua Pentolan KKB Diringkus

    Pembunuh Tukang Ojek Ditangkap, Dua Pentolan KKB Diringkus

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Nanda
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil menangkap dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XXXV Bintang Timur, yakni EK (22) dan RS (23) pada Minggu (19/4) sekira pukul 20.45 WIT di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam […]

expand_less