Dampak Blackout Sumatera: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset di Sumut dan Sumbar
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi sebuah kota mengalami pemadaman listrik massal (blackout)
SUMATERA — Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat (22/5) berujung tragis. Sebanyak tujuh warga dilaporkan menjadi korban dalam dua insiden terpisah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).
Dari total tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat keracunan gas karbon monoksida dari mesin genset.
Dua Karyawan Toko Ponsel Tewas di Batubara, Sumut
Di Kabupaten Batubara, Sumut, dua karyawan toko aksesoris ponsel ditemukan meninggal dunia di dalam rumah toko (ruko) pada Sabtu (23/5). Keduanya diduga kuat menghirup asap beracun dari mesin genset yang dioperasikan saat pemadaman listrik berlangsung.
Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB oleh rekan kerja korban yang hendak membuka toko. karena ruko terkunci rapat tanpa respons, pintu akhirnya dibuka paksa dengan bantuan warga.
“Setelah pintu berhasil dibuka, empat orang ditemukan berada di dalam kamar. Dua korban ditemukan sudah meninggal dunia, sementara dua lainnya dalam kondisi pingsan,” ujar AKP Rahmat, Minggu (24/5).
Korban meninggal diidentifikasi berinisial RR (24) dan AA (22). Sedangkan dua korban selamat, M (22) dan DCA (17), langsung dilarikan ke RSUD Bidadari untuk penanganan medis. Dugaan awal kepolisian mengarah pada keracunan asap genset, dan penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.
Niat Isi Daya Ponsel, Dua Remaja di Sumbar Meninggal di Masjid
Tragedi serupa terjadi di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Dua orang remaja berstatus pelajar, GA (15) dan HAK (15), meninggal dunia, sementara rekan mereka, H (16), berada dalam kondisi kritis setelah menghirup gas karbon monoksida dari genset masjid.
Peristiwa bermula pada Jumat (22/5) malam saat pemadaman listrik melanda. Sekelompok remaja meminta izin menyalakan genset di ruang sekretariat masjid untuk mengisi daya baterai (charging) ponsel mereka.
Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko, menjelaskan bahwa tiga remaja tersebut kemudian memutuskan untuk tidur di kamar belakang masjid dengan kondisi pintu tertutup rapat.
“Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbon monoksida tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga korban tidak menyadari bahayanya,” jelas Martheriko, Sabtu (23/5).
Ketiga korban baru ditemukan tidak sadarkan diri pada Sabtu pagi pukul 05.30 WIB oleh salah satu orang tua korban. Seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Padang Panjang.
Bahaya Laten di Balik Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik massal yang terjadi sejak Jumat (22/5) ini diketahui telah melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari sektor rumah tangga hingga fasilitas publik.
Namun, penggunaan genset sebagai alternatif listrik tanpa memperhatikan sirkulasi udara yang baik justru menjadi mesin pembunuh senyap (silent killer) karena menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang mematikan jika terhirup di ruang tertutup.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
