Nekat Terobos Lebanon Selatan, 4 Tentara Israel Pulang Tinggal Nama Saja
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- print Cetak
Skenario kemenangan Israel kembali buyar setelah Letkol Dor Gedalia Ben Simhon dan tiga anak buahnya tewas di Lebanon selatan. Sensor militer tutupi identitas korban.
TEL AVIV – Rencana besar militer Israel untuk melakukan “jalan-jalan santai” berkedok operasi militer di Lebanon selatan kembali menemui jalan buntu yang sangat permanen.
Alih-alih pulang membawa medali kemandirian, sebuah batalion elite Angkatan Darat Israel justru terpaksa pulang lebih awal menggunakan kantong jenazah setelah nekat menantang gravitasi dan realitas di medan tempur Lebanon.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis dengan nada lesu pada Jumat, militer Israel mengonfirmasi bahwa empat tentara mereka telah resmi “pensiun dini secara permanen” dalam sebuah pertempuran sengit.
Bintang utama dalam daftar manifes keberangkatan tanpa kembali kali ini adalah Letnan Kolonel Dor Gedalia Ben Simhon (32), seorang komandan Batalion ke-52 dari Brigade ke-401 yang berbasis di Beit HaShita.
Sebagai perwira berpangkat tinggi, Ben Simhon tampaknya gagal mengajari anak buahnya cara menghindari takdir buruk, karena tiga tentara lainnya yang berada di lokasi yang sama ikut menyusul sang komandan ke alam sebelah.
Menariknya, hingga berita ini diturunkan, militer Israel tampaknya masih mengalami sindrom “malu-malu kucing” terkait identitas tiga korban lainnya.
Sensor militer yang ketat sengaja diaktifkan, menolak mempublikasikan nama-nama tersebut ke publik dengan alasan “menunggu waktu yang tepat”—atau mungkin, menunggu waktu yang tepat sampai publik lupa betapa rapuhnya klaim superioritas militer mereka di lapangan.
Insiden ini kembali menjadi tamparan keras berwajah komedi satir bagi Tel Aviv. Di saat para petinggi militernya sibuk sesumbar di televisi tentang “pembersihan wilayah Utara”, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan bahwa wilayah Lebanon selatan masih menjadi labirin maut yang terlalu angker untuk disinggahi tentara yang terbiasa menyerang dari balik kemudi jet tempur canggih. Selamat menikmati “kemenangan” yang tertunda, Israel!
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
